Langsung ke konten utama

Lala Ringgi Zubaeda



Direnggut paksa dari manisnya pelukan bunda

Dengan alasan aliran ningrat tak setara 

Mungkinkah abimana salah tampa

Maskulinitas telah membungkam cinta


Darah biru itu sianida katamu

Membelenggu langkah dalam sembilu

Laksana lilitan cahaya biru

Tapi hanya sebatas fatamorgana kelu


Selamat datang Lala

Tempatmu adalah istana anugraha

Sinis kau berkata ini adalah tirani dogma

Penjara jiwa berkedok adpada


Laki-laki bagimu adalah makhluk tak berbentuk

Merampas hak 

Menindas asa

Serupa angsoka angkuh di taman bunga


Lari!!!

Katamu padaku 

Cukup aku yang dikonstruksi

Cukup aku yang hancur ribuan kali


Lari dan jangan kembali apsari

Jangan terjerat garis aristokrasi

Dogma tak perlu mengiris nadi

Cepat kepakkan sayapmu tinggi tinggi


Mekarsari, 01 Maret 2022





Komentar

  1. Dalammmmmmm banget...
    Alfatihah untuk beliau

    BalasHapus
  2. Meneteskan air mata.tanpa terasa....sungguh dalam, menyentuh sekali Bu guru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih bu guru sudah mampir 🤗🤗🤗

      Hapus

Posting Komentar