Langsung ke konten utama


 

Bahagia (Ingin?)

 

Barangkali aku bisa memilih

Dari tabir mana sukmaku turun ke bumi

Tak peduli rapuh

Hanya ingin menjejak minim keluh.

 

Kiranya bisa ku potong urat nadi

Kucurkan darah bertulis nama mu

Biarkan habis tak bersisa

Aku tak butuh darah biru mu.

 

Sekiranya aku bisa amnesia

Cukup pada bagianmu saja

Mungkin bukan air mata tempatku dewasa

Bahagia bukan lagi dongeng bercerita.

 

Boleh jadi aku berlari ribuan rumpang

Mengulang yang kau lakukan serupa tutorial

Melesap di balik kabut tebal

Memanggilmu hanya  mencipta memar.

 

Tapi sayang

Takdir ini lurus menuju wangsamu

Kisah terlanjur tertulis pada lembaran plano

Memaksaku bertarung di panggung penghambaan

Dan aku belum siap gugur.

 

Setelah dihantam ombak berjuta

Diruntuhi perih yang menggila

Berkubang pada derai penuh jelaga

Aku cuma ingin bahagia.

 

Tolong

Lepaskan belenggu adpada

Mengerti aku sekali saja

Aku benar benar ingin bahagia.

 

Mataram, 31 Mei 2022

Komentar

Popular Posts

Teh Pucuk Penghilang Dahaga Amira anakku yang paling kecil badannya panas dari semalam. Susah sekali makan. Biasanya kalau sakit dia paling suka makan bakso. Dan baksonya harus bakso Widodo di Cemara. Dan disinilah aku sekarang, berdiri mengantri, menunggu giliran pesananku di bungkus. Karena jam makan siang adalah jam tersibuk untuk bakso Widodo yang kenikmatannya tidak perlu ditanyakan lagi.  Tanggal tua, anak sakit, belum beli beras, minyak goreng naik, dan uang sisa selembar warna merah di dompet adalah kombinasi yang sangat bagus. Ditambah cuaca panas menyengat, membuat tenggorokanku terasa kering terbakar. Rasanya aku butuh yang dingin-dingin untuk membuatnya normal. Tepat di hadapanku seorang pedagang kaki lima (biasa kupanggil Amaq panggilan untuk bapak bagi orang Sasak), sedang menunggui dagangannya. Segala macam minuman segar semakin membuat rasa hausku bertambah-tambah. Seandainya ini bukan tanggal tua tentu akan kutegur ramah Amaq seperti biasa, membeli beberapa min...

Resume ke-3

Jadi Guru Berprestasi Jalur Tol Resume ke : 3 Gelombang : 23 dan 24 Hari/Tanggal/Waktu : Jum’at/21 Januari 2022/19.00 WIB Materi : Blog dan YouTube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional Narasumber : Rita Wati, S. Kom Moderator : Rosminiyati   Malam ini adalah pertemuan ketiga dari serangkaian kegiatan Pelatihan Belajar Menulis PGRI. Dipandu Ibu Rosminiyati guru SMK Negeri 2 Pangkalpinang, beliau merupakan alumni Pelatihan Belajar Menulis di gelombang 19 dan 20. A.    Pembukaan Bu Ros membuka pertemuan ini dengan mengucap syukur atas inisiatif Omjay yang telah membuka kelas Belajar Menulis Guru, dan mengharapkan kami semua sebagai peserta di gelombang 23 dan 24 ini bisa mendapatkan prestasi setelah mengikuti pelatihan. Narasumber kali ini tidak   kalah luar biasa dengan narasumber sebelumnya. Beliau adalah Ibu Rita Wati, S. Kom seorang guru Informatika di SMPN 2 Mendoyo Kab. Jemb...

Resume ke-7

Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu   Resume ke : 7 Gelombang : 23 dan 24 Hari/Tanggal/Waktu : Senin/31 Januari 2022/19.00 WIB Materi : Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu Narasumber : Prof. Richardus Eko Indrajit Moderator : Aam Nurhasanah   Flyer untuk materi pelatihan malam ini dishare dan menampilkan wajah Prof. Richardus Eko Indrajit. Sosok professor ini beberapa kali disebut oleh beberapa narasumber sebelumnya yang beruntung menulis duet dengan beliau.  Salah satunya adalah moderator kali ini bunda Aam Nurhasanah yang berhasil duet bersama Profesor menulis buku Parenting 4.0. Yang diterbitkan oleh Penerbit Andi Offset Yogyakarta. “Serasa mimpi melihat buku saya terpajang di rak Gramedia di seluruh Indonesia”, begitu kata beliau.  Sekilas profil narasumber. Lahir di Jakarta, 24 Januari 1969. Beliau adalah Rektor Universitas Pradita, merupakan tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika yang dimiliki oleh Indonesia.  Beliau lulus cum lau...