Langsung ke konten utama

(Bukan) Membenci


 

Untuk setiap sembilu yang kau beri

Getir yang tak kau sudahi

Perih yang berujung frustasi

Ternyata aku pernah benar-benar membenci. 


Nalarku seketika terbatas

Langkah kakiku serapuh kertas

Kesumat membuat jiwaku dirampas

Setengah iblis di hatiku tertawa lepas. 


Dan aku lelah

Jadi... 

Kuputuskan untuk mengampunimu

Meski maaf tak meluncur dari mulutmu


Kepada yang pernah ku benci

Aku sekarang baik-baik saja

Meski itu membekas menempel tak mau lepas

Tapi jiwaku sudah bebas. 


Kepada yang pernah ku benci

Kau bukan lagi pemilik singgasana

Tak bisakah kau hanya berdzikir saja

Istirahat lah tubuhmu terlalu renta. 


Mataram, 03 April 2022

Komentar